11/12/10

Indonesia mampu bina Landing Hovercraft tentera


Tahniah kepada bangsa serumpun kita di Indonesia

Kartika, Landing Hovercraft Utility Buatan Litbang TNI AL

JAKARTA - Bertempat dipelataran display statis depan Hall pameran Indo-Defence 2010, mulai Rabu (10/11) hingga Sabtu (13/11) nanti dipamerkan prototype hovercraft utility karya anak bangsa hasil buatan Balitbang Kemenhan bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Berbeda dengan Landing Craft Air Cushion (LCAC) yang digunakan marinir AS, Kartika menggunakan struktur material sandwich composite pada lambungnya dan jenis skirt pada bantalan craftnya. Ditenagai oleh 2 buah mesin diesel berkekuatan 1550Hp, hovercraft ini ditengarai mampu dipacu hingga kecepatan 40 knot. Muatan maksimum yang bisa diangkut hingga 20 ton. "Sanggup membawa 1 mobil truck 3/4 lho mas!", ungkap petugas yang menjaganya.

Hovercraft yang diberinama Kartika ini memiliki dimensi panjang 20m, lebar 11m dan tinggi 5,7m. Untuk propeller menggunakan variabel pitch control dengan sistem belt transmision, sedangkan daya angkatnya (lifter) dan pengendalinya memakai sistem centrifugal fan yang terhubung dengan hydraulic motor.

Kedepannya paling tidak kita berharap innovasi yang telah berhasil dibuat anak bangsa ini mampu diwujudkan hingga ketahap produksi, tidak hanya sekedar sukses proyek litbang saja. Smoga!!

Sumber : http://alutsista.blogspot.com/2010/11/kartika-landing-hovercraft-utility.html

4 comments:

Anonymous said...

Kenapa kau ni bangga ngan negara tetangga,kau tu harus bangga ngan negara kita.
Seteruk apapun Negara dan pemerintah kerajaan,kita harus tetap dukung!!!

Anonymous said...

Aku faham negara tetangga bisa buat apa saja,bahkan pelancong pon banyak yang melancong ke Indonesia,lebih dari 10 Juta Pelancong Luar Negari dan Ratusan Juta pelancong dalam negari.
Beza ngan negara kita yang hanya dikunjungi 5 Juta sahaja pelancong Luar Negeri,Pemerintah kata pelancong luar negari melancong ke Malaysia iyalah 22 Juta,namun ternyata yang betul hanya 5 Juta,sisanya iyalah pekerja yang datang dari China,India,Indonesia,maupun negara-negara lain

Anonymous said...

Tenang kawan... indonesiapun melihat malaysia sebagai negara yang hebat. Mampu membangun ekonomi yang stabil. Lebih beradab karena mayoritas masyarakatnya tidak suka pada kekerasan. Kalau Indonesia saat ini lebih konsentrasi membangun sistem pertahanan, mungkin disebabkan karena mahalnya peralatan perang produksi negara-negara maju, sementara Indonesia membutuhkan sistem persenjataan yang cukup untuk wilayah yang sangat luas.

Anonymous said...

aku duk rasa admin asal indon kot..